Dilatih Digital Marketing, UMKM Bisa Bersaing Bersaing di Era Digital

Carolina Academy Basketball: A Season of Ups and Downs
July 5, 2024
Ingin Mengenal Lebih Dekat tentang Slot Spaceman? Simak Artikel Kami!
July 6, 2024

Dilatih Digital Marketing, UMKM Bisa Bersaing Bersaing di Era Digital

Lewat training dan pengiringan digital pemasaran, UMKM dapat berkembang dan sanggup berkompetisi di pasar digital.

Subholding PLN Energi Primer Indonesia memiliki komitmen memberikan faedah untuk warga, dengan menggerakkan kemandirian ekonomi yang bisa tingkatkan kesejahteraan.

Direktur Khusus PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, Subholding PLN bekerja untuk memberikan imbas langsung ke warga, tidak cuma pelayanan usaha yang sempurna tapi juga program yang sanggup tingkatkan kesejahteraan warga.

“Subholding memikul pekerjaan agar dapat memberikan best usaha layanan ke warga. Subholding PLN bekerjasama agar dapatĀ selengkapnya tingkatkan capaian program TJSL ke warga. Hal ini searah dengan konsep ESG di mana, semua program dapat berpengaruh krusial ke warga,” kata Iwan d ikutip Sabtu (6/7/2024).

Saat tingkatkan kesejahteraan warga, PLN EPI bersinergi dengan PLN Ikon Plus tingkatkan kemampuan ekonomi digital warga di Gunungkidul. Melalui kerjasama Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Training dan Pengiringan Digital Pemasaran UMK di Dusun Memiliki daya Energi Gunung Kidul.

Direktur Khusus PLN Ikon Plus, Ari Karunia Indra Cahyadi menerangkan program kerjasama di antara PLN Ikon Plus dan PLN Energi Primer Indonesia dalam program Dusun Memiliki daya Gunungkidul sanggup tingkatkan kemampuan warga. Lewat program ini, diharap warga di tempat dapat berdikari dan memiliki daya saing tinggi, terutama saat hadapi zaman digitalisasi.

“Lewat training dan pengiringan digital pemasaran, kami mengharap UMKM di Gunungkidul dapat berkembang dan sanggup berkompetisi di pasar digital. Kami ikut memberikan dukungan UMKM untuk masuk ke dalam pasar digital lewat feature marketplace yang ada pada program PLN Mobile. Ini adalah bentuk loyalitas nyata kami dalam implikasi program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan untuk memberikan dukungan kenaikan ekonomi warga lewat pendayagunaan tehnologi,” papar Ari.

Barisan Wanita Tani (KWT) Mustika Sari Gunungkidul, Erna Dwi menghargai usaha subholding PLN saat tingkatkan softskill dan kemampuan warga. Erna memandang, warga saat ini banyak lakukan aktivitas ekonomi yang selingkup daerah saja, tetapi karena ada pengiringan ini tidak tutup kemungkinan meluaskan pasar dari produksi warga.

Sulap Sampah menjadi Bahan Bakar PLTU, 2 Permasalahan Ini Terselesaikan Sekalian

Awalnya, subholding Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggamit Pemerintahan Kabupaten Banyumas dan PT Kolaborasi Energi Khusus untuk pemrosesan sampah dari daerah itu jadi bahan baku co-firing biomassa. Ini jadi cara pemercepatan saat capai sasaran Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Persetujuan ini diberi tanda tangan oleh Petinggi Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, Direktur Khusus PT Cahaya Energi Khusus dan Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris Sudjatmiko.

Direktur Khusus PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, perseroan memiliki komitmen penuh saat capai peralihan energi lewat peningkataan utilisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasiskan sumber daya di tempat. Salah satunya, dengan memproses sampah yang sepanjang ini selalu jadi persoalan di Kabupaten/Kota untuk dibuat jadi co-firing biomassa.

“Kami sangat menghargai cara kolaborasi ini, proses kelanjutan dari salah satunya produk buatan sampah jadi biomassa ini tentu saja akan memiliki peranan double yang bukan hanya tangani masalah sampah tetapi juga sanggup turunkan emisi pada dua segi, yakni dari setumpukan sampah dan dari pengurangan jatah batu bara di PLTU,” kata Iwan, Jumat (5/7/2024).

Iwan meneruskan, usaha utilisasi hasil olahan sampah jadi biomassa terus akan digabungkan perseroan bersama Pemerintahan Wilayah yang sudah lakukan pemrosesan sampahnya.

“Keperluan biomassa untuk tujuan pengurangan emisi makin bertambah bersamaan dengan loyalitas Indonesia pada perolehan NZE pada tahun 2060 ataupun lebih cepat. Karena itu kami menghargai cara Pemerintahan Kabupaten Banyumas dan PT Kolaborasi Energi Khusus yang sudah bermufakat kerja sama dengan PLN EPI saat mengolah produk buatan sampah jadi biomassa,” tutur Iwan.